KENAPA SAYA MEMASUKKAN ANAK KE SEKOLAH ALAM BOGOR?

BOYS, SAB Join the Conversation

 

Setiap orang tua pasti memiliki tujuan sendiri untuk anak2nya kelak. Tidak ada yang saklek dan pasti apa yang akan terjadi dimasa depan terhadap anak2nya. Semua orang tua di dunia ini sedang berusaha memberikan yang terbaik.  Salah satunya mengenai pemilihan sekolah, semua sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan kemampuan ortu dan anaknya tersebut.

Saya akan berbagi cerita kenapa kami memasukkan anak kami ke Sekolah alam. Sekolah Alam Bogor adalah salah satu sekolah yang berkonsep sekolah Alam di Bogor. Untuk informasi mengenai konsep dan Value sekolah alam bisa langsung kepoin webnya sekolah alam di sekolahalambogor.id. Di website tersebut mungkin akan kalian dapatkan info mengenai sekolah lebih lengkap. Saya akan membahas mengenai alasan saya memasukkan anak saya ke Sekolah Alam Bogor. Dan pastinya ini sangat amat subjektif, hanya bisa dijadikan sharing mengalaman bukan promosi apalagi mengklaim bahwa sekolah ini adalah sekolah berkonsep paling bagus dan wah ( seperti yg bbrp emak2 obrolkan di blognya masing2) di Bogor. TIDAK,  Ini murni mengalaman saya selama anak saya sekolah disana.

 

Alasan saya memasukkan anak saya ke SAB?, Pertama saya dan suami saya memiliki konsep yang sama mengenai pendidikan dini untuk anak, yaitu belajar sambil bermain. Kedua, kami tidak memiliki target yang saklek kelak anak harus ke SMP negeri (meskipun kedepannya kita tidak tahu). Ketiga, kami mencari sekolah yang bisa membuat anak kami bermain dan berinteraksi lebih banyak di luar bersama temannya. Keempat, Anak dapat mengaplikasikan pendidikan agama, sedikit demi sedikit sesuai tahapan usianya.

 

Ke Empat alasan di atas merupakan kebutuhan untuk anak kami, saat ini.

Pertama: Sekolah alam Bogor mempasilitasi lingkungan sekolah yang luas dan Asri. Anak-anak kelas 1-5 belajar dengan cara lesehan di lantai hanya menggunakan meja lipat sesekali. Tapi beranjak ke kelas 6 mereka diberikan bangku seperti sekolah negeri. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas tapi juga di semua area di sekolah, semisal dilapangan, atau di mushola. Metode pembelajaran diselingi dengan praktek dan berbasis konsep bukan hapalan saklek.

Anak-anak diajari bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama. Mengadakan event dengan konsep dan cara mereka sendiri, businnes day juga diadakan 1-3 kali setiap kelas dalam setahun. Mereka selalu belajar secara berkelompok. Mereka suka sekali mengemukakan pendapatnya sehingga bagi anak “luar” anak SAB selalu mendominasi. Anak2 sekolah alam diajari untuk membuat buku (cerpen,novel,fiksi, dsb) mereka sendiri, karena diakhir sekolah (lulus) mereka harus memiliki minimal satu buku yang mereka buat sendiri.

 

Kedua: Kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan Diknas kurikulum 2013 klo sekarang, jadi selain menggunakan metode SAB, juga masih mengacu kepada Diknas. Saya tidak tau mereka belajar apa, karena tidak diberikan buku panduan dan buku hasil pelajaran mereka sendiri disimpan di sekolah. Saya hanya tahu ketika Home Challenge (HC) alias PR di bawa kerumah dua minggu sekali. Jika dibandingkan dengan sekolah Negeri saya merasa dalam materi pelajaran, SAB “kurang” lebih banyak prakteknya, tapi masih sesuai dengan kurikulum Diknas.

 

Ketiga: Sekolah Alam Bogor membiarkan interaksi anak dengan teman dan dunia luar lebih banyak, dan ini penting untuk anak saya yang memiliki sifat pendiam. Kami berharap dengan masuk ke SAB anak kami lebih bisa flexible dan berbaur. Kenapa begitu? karena anak kami lebih senang membaca buku dan sedikit kaku, dengan sekolah di SAB berharap dia lebih nyantei sedikit. Sudah bbrp tahun berlalu anak kami lumayan sudah bisa sedikit “nakal” meskipun tetep spot favoritnya perpustakaan.

 

Keempat: SAB menerapkan pelajaran agama lebih banyak dibandingin sekolah negeri tapi tidak seintens dan seketat sekolah Islam terpadu pada umumnya. Di SAB Anak2 diajarkan solat lima waktu dari kelas 1, solat duha, dzikir dan hapalan Alquran terutama Juz 30. Target anak kelas 6 pun jika lulus adalah Juz 30 alias Juz Amma saja. Mereka diajarkan beramal dan bersedekah secara intens dan langsung turun kelapangan.

 

Dari keempat alasan utama kami, kesimpulan yang saya dapat selama bbrp tahun adalah: 

  • Sekolah Alam Bogor cocok untuk anak kami saat ini.
  • Mata pelajaran, Pendidikan Agama, Konsep Alam di sekolah alam bogor, serasa setengah2 alias tidak ada yang menonjol. Tapi, untuk saat ini semua serasa seimbang dan cukup untuk anak kami yang masih SD awal.
  • Banyak Event yang melibatkan anak2 dalam mengambil keputusan dan diselenggarakan oleh anak2 dengan pengawasan dari guru dan staf sekolah. Anak di ajarkan untuk meghandle sebuah acara secara bersama.

 

Meskipun begitu, ada beberpa poin yang kami rasa kurang cocok, apa aja itu?

1. Di dunia luar, Sekolah alam dikenal dengan anak2nya yang nakal. Dan memang betul, sepintas anak2 seperti nakal, tapi itu tergantung anak dan orangtuanya juga di rumah. Kadang ortu suka merasa anak cukup diajari disekolah dan tidak diperbaiki di rumah ketika melakukan kesalahn. Semisal anak suka mukul, anak saya sering sekali menjadi korban anak nakal ini. Yang sangat disayangkan Ortunya hanya menganggap bahwa ” ah namanya juga anak2″ kan di sekolah alam bebas. padahal di sekolah juga ada punishment dan sanksi untuk anak yang nakal. Bebas bukan berarti tidak dibatasi. Beberapa kali di beri hukuman mereka tetap begitu, kenapa? karena orang tua tidak mau memperbaikinya, selalu menganggap anaknya benar dan lucu. tidak mau memberitahu bahwa perilakunya merugikan orang lain.

 

2. Selama anak saya bbrp tahun sekolah di SAB, saya dapat info 2 x ditemukan ular. Meskipun ditemukan di luar sekolah dan ada yang di pinggiran sekolah tetap menjadi kekhawatiran bagi saya pribadi. Selama ini memang tidak pernah ada yang terluka gara2 binatang apapun tapi tetep masih suka bikin deg degan.

 

O iya kadang ada yang tanya apakah SAB mengajarkan pancasila dan upacara? Karena mengacu kurikulum Diknas, SAB juga mengajarkan Pancasila / PPKN. SAB tidak upacara senin seperti negeri, tapi ketika HUT indonesia/ Hari kemerdekaan mereka juga mengadakan upacara seperti sekolah lainnya.

 

 

 




Leave a Reply