MAKANAN HALAL SEBAGAI GAYA HIDUP

ARTIKEL, BLOG Join the Conversation

“Itu makanannya ada label Halalnya ga?”

“Restorannya dah ada label halalnya blm?”

“Ini makanan dibuat dari apa?”

Pernah ga sih denger teman atau kerabat yang klo diajak jalan atau dikasih sesuatu menanyakan hal2 di atas? Kadang Sebel ya, kita bikin sesuatu terus ditanya, “ini halal ga bahannya?” dan sebagainya. Saya juga pernah di gituin sama beberapa teman. Mungkin yang paling membekas satu teman yang bener2 “bawel” soal halal haram ini. Setiap ngajak dan makan diluar kata pertamanya adalah “dah ada label halalnya belum?”

Tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa dengan pertanyaan itu dan jadi selektif memilih tempat makan atau membeli makanan. Dulu saya sebal sekali tiap ada yang bawel soal makanan Halal ini, tapi sekarang malah saya yang disebelin sama kenalan saya 😀 . Tanpa sadar saya jadi sering ikut kepo soal makanan atau minuman yang akan saya beli apakah Halal atau tidak. Setiap saya mau beli makanan atau minuman di manapun termasuk di luar negri saya akan langsung lihat kemasan apa Halal atau tidak, meskipun tidak ada label halalnya saya akan baca kompisisinya apa boleh di makan atau tidak.

Kadang ada makanan atau minuman dangan Merk dan tempat produkasi yang sama, di Indonesia tidak memiliki Label Halal, tapi di Luar Negri sudah memiliki Label Halal, saya akan tetap mengkonsumsinya jika memang perlu.

Kebiasaan saya ini tanpa sadar juga menular ke anak2. setiap mau membeli sesuatu mereka akan menanyakan apakah halal atau tidak. Sampai2 pernah c Adik ini bilang ke temannya klo makanannya tidak ada label halalnya, dan sama temannya di buang. padahal label halalnya ada, tapi cetakannya kecil jd ga keliatan 😀

Kenapa sih saya keliatannya “rese” banget dengan makanan atau minuman halal ini? karena dalam islam, apa yang masuk dalam tubuh kita akan menjadi daging dan akan mempengaruhi tabiat kita. Makanan atau minuman halal dan baik setidaknya akan mengurangi sumber perbuatan Dosa. Saya berkeyakinan, jika suatu saat saya dan anak saya berbuat dosa atau sesuatu yang tidak baik (Naudzubillah), maka insyAllah akan mudah untuk bertobat.

Seperti halnya jika kita berusaha sudah menjaga pola hidup dengan baik dan sehat tapi tiba2 kena Cancer juga. Maka bukan berarti sia2 karena kita semua hanya bertugas untuk berusaha, setelahnya kembali menjadi Qodarullah.

Semoga keresean saya soal makanan halal ini terngiang-ngiang juga di pikiran kerabat dan teman saya, sehingga jika mereka ingat dan menjadi hati-hati, semoga menjadi ladang amal untuk saya. AAmiin… Maaf jika ada yang tersinggung kalau saya selalu menanyakan kehalalan makanan atau restoran/tempat makan yang akan kita kunjungi/beli.

 

Beberapa Dalil Al-Quran mengenai Makanan Halal.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada Nya.” Al Maidah 88

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah” An Nahl 114

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Al-Baqarah 173

 




Leave a Reply