ISTIRAHAT DARI MEDIA SOSIAL

ARTIKEL, BLOG Join the Conversation

Menurut artikel di detik.health penelitian mengenai Media Sosial membuktikan bahwa kecanduan media sosial merupakan salah satu penyebab gangguan mental pada remaja.

Royal Society for Public Health (RCPH) menobatkan instagram sebagai media sosial (medsos) paling berdampak buruk untuk kesehatan mental anak muda. Temuan ini didapatkan setelah melakukan survei kepada 1.479 responden berusia 14-24 tahun, dilansir Research Live, Kamis (8/6/2017).

“Media sosial (medsos) telah menjadi ruang di mana kita membentuk dan membangun hubungan, membentuk identitas diri, mengekspresikan diri kita, dan belajar tentang dunia di sekitar kita; Ini secara intrinsik terkait dengan kesehatan mental,” CEO RSPH, Shirley Cramer mengatakan, seperti yang ditulis standard.co.uk.

Saya termasuk orang yang sangat menghindari kecanduan sesuatu apalagi media sosial.. Dulu ketika game Candy Rush masih booming, saya sangat kerajingan sekali game tersebut. Saking kecanduannya saya ampe males ngapa2in, males masak, males ngapa2in. Setelah game nyampe ke level akhir season (waktu itu CR nya masih dalam pengembangan next season) baru saya berhenti. Sejak itu saya ga mau lagi kecanduan sesuatu.

Mengenai medsos ini agak sedikit unik, karena ga ada level dan ga ada “tamat” nya kecuali perusahaannya bangkrut atau aplikasinya di tutup yang punya atau pemerintah. Kenapa banyak sekali orang menyukai media sosial semisal FB atau IG. Karena medsos ini menyediakan tempat untuk eksis di lapak sendiri,  istilahnya.

Medsos menjadi tempat pamer terselubung. Siapa sih yang ga suka pamer? sebagai perempuan saya juga ingin di “lihat”. Ketika ada yang memberikan “like” apalagi banyak, orang cenderung untuk terus melakukan post status atau gambar. semakin banyak teman atau follower maka akan semakin tidak bisa lepas dari medsos. Semua berlomba-lomba untuk menunnjukan eksistensi terbaiknya di medsos. Beruntung jika ada yang “endorse” maka akan double keuntungan yang di dapat, uang dan eksistensi.

Untuk menghindari kecanduan berlebihan yang akhirnya bisa membuat mental menjadi “sakit” saya berusaha memaksa diri saya untuk “puasa” medsos dalam jangka waktu tertentu. Awalnya saya sangat susah melepas kegiatan berselancar di medsos (FB dan IG) . Tapi jika kita sering baca artikel mengenai efek buruk medsos sedikit demi sedikit seharusnya kita bisa menghindari efek buruk Medsos.

Saya memiliki account FB yang sudah saya terlantarkan sejak sekitar 4-6 tahun yang lalu, sesekali saya buka hanya untuk memastikan kalau account tersebut masih milik saya dan ganti password untuk menghindari pemanfaatan account saya oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau mau FlashBack ketika saya baca2 status saya di FB, saya malu sendiri. Alay, lebay, ga jelas, dan bener2 ga bermanfaat 😀

Jadi kalau mau punya Medsos isi dengan hal2 yang bermanfaat. misal berjualan, memberikan informasi/ kegiatan bermanfaat untuk teman atau follower.

Untuk Account IG saya masih maju mundur untuk tidak aktif sama sekali, karna kadang saya mendapatkan informasi bermanfaat dari Account2 IG yang bermutu, bahkan info seleb terkini #eh.

Untuk mensiasati agar IG ini tidak mengkotori hati, saya sengaja membuat jadwal “puasa” yang tidak tentu. dalam satu minggu saya tidak akan membuka IG sama sekali selama 2 hari random. Alhamdulilahnya ketika account IG saya ada yang “bajak” selama beberapa minggu, saya Off dari IG dan perasaan saya biasa saja. tidak ada rasa gelisah atau khawatir berlebihan. Saya menilai diri saya sendiri masih normal dalam menggunakan medsos..

Tapi hal tersebut saya tidak yakin bakal manjur semudah itu jika Follower di IG atau Friend di FB kita jumlahnya sangat banyak 😀 .

Dari berbagai artikel yang saya baca, ada beberapa efek samping medsos yang mejadi virus untuk mental kita adalah:

  1. Menjadikan diri tidak bersyukur atas apa yang dimiliki, merasa hidup dan kegiatan kita menjadi tak berarti dibandikan orang lain.
  2. Iri melihat status/photo yang di upload orang lain
  3. Menjadi rendah diri
  4. Berusaha untuk menjadi lebih dari pada orang lain, dalam hal kehidupan pribadi atau hubungan sosial.
  5. Menipu diri sendiri dan orang lain.
  6. Memaksakan suatu hal, status sosial atau keberadaan diri sendiri.
  7. Menjadi tidak produktif.
  8. Secara perlahan memiliki rasa benci terhadap orang lain yang memiliki status/photo idaman. Tidak peduli itu saudara, teman atau kerabat.
  9. Cemas
  10. Depresi

Jadi kurangilah membaca/melihat status atau photo/video orang lain. Karena jiwa kita lama2 akan sakit jika tidak dibatasi.

Jika masih ingin menggunakan Medsos, Follow lah atau ikutilah orang2 positif yang akan memberikan kebaikan untuk kita. Orang2 yang memberikan inspirasi yang dapat membuat kita menjadi lebih baik dan lebih produktif.

 




Leave a Reply