Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), perlu ga sih?

ARTIKEL, BLOG, BOYS, FAMILY, fave Join the Conversation

Sampai sekarang perdebatan mengenai seberapa perlu anak usia antara 2-5 tahun dimasukkan ke sekolah untuk belajar itu masih terus bergulir dan entah kapan akan selesai. 

Sebagai orang tua yang hidup  dikelilingi informasi begitu banyak, kita di untungkan dengan berbagai penjelasan mengenai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Beragam  sumber yang bisa kita jadikan acuan untuk mengetahui seberapa penting kah PAUD untuk anak. Bahkan Pemerintah Indonesia memiliki peraturan sendiri mengenai PAUD, yang bisa kita jadikan salah satu patokan dalam mengambil keputusan.

Pemerintah indonesia mengeluarkan peraturan  Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2005, PAUD termasuk dalam jenis pendidikan Non Formal,  artinya PAUD sudah menjadi salah satu tahapan pembelajaran yang dicanangkan dan diawasi oleh pemerintah.  Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,47 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) pada tahun 2019. Jumlah ini naik 10 persen dibanding tahun 2018, yang sebesar Rp 4,07 triliun. *kemdikbud.go.id

APA SIH PAUD ITU? ANAK USIA BERAPA BISA MASUK PAUD? BAGAIMANA PROSES BELAJAR ANAK PAUD?

PAUD adalah singkatan dari pendidikan anak usia dini. Anak 3-5 tahun sudah bisa dimasukkan dalam kategori usia dini. Meskipun begitu, usia dini menurut saya adalah rentang usia 0-6 tahun dimana otak anak perkembang sangat pesat dan berada dalam masa keemasan alias golden age. Dalam usia golden age, anak perlu stimulasi yang intents dan beragam. Perkembangan motorik halus dan kasar anak usia dini menentukan kemandirian dan kecerdasan anak di masa yang akan datang.

PAUD memiliki metode pembelajaran yang berbeda dengan anak sekolah formal. dalam lingkungan pendidikan dan pengajarannya, PAUD harus memiliki metode  mengajarkan, melatih dan mendidik anak dengan cara yang menyenangkan dan menggembirakan. Dalam prosesnya anak-anak diajarkan mengembangkan kemampuannya sesuai dengan range usia setiap anak.

Sekolah PAUD  harus memiliki guru yang yang sabar dan cerdas dalam mengambil hati anak-anak agar anak merasa nyaman dan semua kebaikan mudah terserap oleh anak.

Pembelajaran PAUD meliputi :

  1. Karakter/ahlaq
  2. Kemandirian
  3. Perkembangan motorik halus dan motorik kasar
  4. Hubungan sosial bersama teman dan orang sekitar
  5. Intelejensia, kecerdasan, pemecahan masalah.
  6. Pengetahuan dasar mengenai hak dan kewajiban seorang anak
  7. Mengembangkan bakat dan kesukaan (hobi)
  8. Ilmu pengetahuan

Kelas PAUD di bagi menjadi beberapa level alias tingkatan, diantaranya:

  • Toodler 
  • Preschool 
  • Kindergarten a (tk a)
  • Kindergarten b(tk b)

Waktu belajar anak PAUD antara 2-4 jam dan 2-5 hari dalam seminggu tergantung dari level yang diambil. 

Nah terus bagaimana peran PAUD di era digital ini? dimana banyak aplikasi dan game yang dapat merangsang kemampuan anak.

Aplikasi atau game yang sering dimainkan anak2 memang ada yang dapat mengembangkan kemampuan anak, tapi masih sebatas motorik halus dan pemahaman satu arah.

Kendala yang sangat dirasakan oleh orang tua masa kini adalah ketika anak tersebut tidak bisa lepas dari gadgetnya sehingga kemampuan yang lain tidak dapat berkembang dengan baik, selain itu muncul tantrum atau amarah yang berlebihan jika perangkat elektroniknya kita ambil.

Kebiasaan anak berlebihan menggunakan gadgetnya karena kita sebagai orang tua pengennya praktis, biar anak diam dan tenang dikasih lah tablet atau telpon genggam tersebut. Anak menjadi tergantung dan kecanduan dalam menggunakannya. Mereka bisa bermain bebagai macam game, nonton berbagai macam acara dan tayangan, yang akhirnya waktu anak untuk mengembangkan potensi dan kemandiriannya menjadi kurang, bahkan banyak ditemukan anak yang speech delay .kemampuan anak untuk berbicara belum muncul pada rentang usia yang seharusnya.Anak menjadi tantrum alias mudah marah bahkan ngamuk apabila tidak diberikan tablet kesayangannya.

Berbagai kendala tersebut dapat menghambat perkembangan tumbuh dan berpikir anak usia dini. Keterbatasan orangtua dalam menemani anak dan pengetahuan yang minim juga menjadi salah satu faktornya, 

Salah satu upaya untuk mengembalikan anak ke jalur usianya adalah dengan menganjaknya bermain, mengajarinya keahlian hidup. Informasi mengenai bagaimana kita harus memperlakukan dan mengajari anak sesuai usianya banyak bertebaran di internet, khsusunya. Kita bisa merangkum dan mengaplikasikannya dirumah. Meskipun begitu  tetap ada keterbatasan sehingga PAUD menjadi salah satu media atau wadah  untuk menambal kekurangan kita dan menambah ilmu kita mengenai pengasuhan anak. 

PAUD dapat mengajari anak dengan alur yang jelas dan terukur, mengembangkan sosialisasi anak dengan teman sebayanya dan dapat mengarahkan anak bagaimana menggunakan gawai secara bijak.

Teknologi era digital tidak akan bisa kita jauhkan atau hindarkan dari anak-anak karena ini adalah era/masa mereka, dimana mereka harus mengusainya bukan menghindarkannya. Banyak PAUD yang memanfaatkan Elektronik digital dalam kegiatan belajar mengajarnya. Yang perlu kita lakukan sebagai orang tua adalah membatasi dan memberikan content sesuai dengan usianya. Dengan memberikan batasan waktu dan lokasi, anak akan belajar disiplin dan tanggung jawab.

Saya mamasukkan anak-anak saya ke TK mulai dari usia 4 tahun, saya bekerja paruh waktu sehingga kadang tidak memiliki waktu penuh dalam mendampingi anak-anak.  Ketika saya bekerja, anak-anak bisa mendapatkan pendidikan usia dininya di sekolah, dan hal tersebut sangat membantu menambal kekurangan saya tersebut. 

Jadi Moms PAUD itu perlu ga sih?

Tergantung kebutuhan dan kondisi anak dan ortu, sebagai orang tua milenial kita seharusnya bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan situasi dan kondisi anak dan keluarga kita. 

Semoga artikel ini membantu mommy yang masih bingung apakah anaknya di masukkan PAUD atau tidak.




Leave a Reply