Cara yang dapat dilakukan agar Anak Cinta Baca

ARTIKEL, BLOG, BOYS Join the Conversation

Pada zaman sekarang mungkin akan lebih mudah menemukan anak-anak yang sedang memegang gadgetnya untuk bermain games daripada anak yang memegang buku sedang membaca. Hal tersebut dikarenakan budaya Literasi masyarakat kita yang masih rendah dan tidak merata.

Membaca merupakan salah satu aktifitas dalam Literasi. Apa itu Literasi? 

li.te.ra.si1 /litêrasi/ (Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Literasi )

  1. kemampuan menulis dan membaca
  2. pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu: — komputer
  3. kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, menyimak dan mengambil  kesimpulan. Tidak hanya sebatas komunikasi efektif tetapi juga berpikir kritis dan memecahkan masalah serta memahami ide-ide secara visual. 

Adapun konsep Dasar Literasi adalah:

1. Literasi Dasar, Mengembangkan kegiatan membaca, menulis dan berhitung individu. 

2. Literasi Perpustakaan, Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang ada di perpustakaan agar dapat memahami dan menganalisa informasi karya tulis fiksi dan no-fikasi.

3. Literasi Teknologi, Menggunakan  media teknologi guna  memudahkan kegiatan literasi. Meningkatkan kemampuan dalam memahami dan mengolah data dari internet, hardware, software maupun aplikasi. Bisa menggunakan media internet dan media sosial yang beretika.

4. Literasi Media, Mengembangkan kemampuan literasi dalam berbagai bentuk media. Media elektronik naupun media cetak. Media cetak bisa dalam bentuk koran atau majalah. Media elektronik bisa berupa siaran televisi atau radio. Media internet juga bisa digunakan untuk mengembangkan literasi era modern.

5. Literasi Visual Kemampuan untuk mengolah data tulisan atau suara dalam bentuk design grafis dan teks visual, agar bisa di mengerti oleh pembaca sebagai sebuah informasi yang memiliki nilai estetik. 

Literasi merupakan kemampuan penting  setiap zaman. Ditengah tsunami informasi saat ini dimana setiap detik kita dibanjiri informasi tiada batas, kita memerlukan pola pikir kritis dan wawasan luas agar tidak terpengaruh oleh Hoaks atau berita palsu yang sering terjadi di masyarakat akhir-akhir ini. Dengan meningkatkan budaya Literasi khususnya membaca, hal tersebut akan dapat diminimalisir. Selain itu media menulis harus sering dilakukan di internet dan media sosial, karena kebanyakan masyarakat lebih sering memegang hp dibandingkan buku. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari kebiasaan membaca.

Beberapa manfaat Literasi bagi masyarakat: 

Kemampuan Literasi ini sebetulnya sebuah kebutuhan dasar dari seorang manusia, akan tetapi kesadaran hal tersebut masih sangat rendah di negara Indonesia. The World’s Most Literate Nations (WMLN) pada tahun 2016 melakukan sebuah penelitian mengenai tingkat Literasi di masyarakat dunia, dan Indonesia mendapat tingkat ke 60, posisi ini  jauh dibawah negara tetangga yaitu Singapura yang berada di tingkat 36.

Berdasarkan infographis di atas, negara yang memiliki tingkat Literasi yang tinggi merupakan negara maju dengan standar kehidupan yang bagus. Sistem pendidikan Finlandia bahkan dijadikan rujukan oleh negara di seluruh dunia sebagai sistem pendidikan terbaik. Hal tersebut dikarenakan tingkat Literasi Warganya yang sangat bagus dan merata.

Indonesia perlu menggalakkan Literasi diberbagai bidang dan elemen agar dapat membangun sebuah negara yang makmur, maju dan sejahtera. Ada beberapa penyebab lemahnya Literasi di indonesia yang harus kita perbaiki bersama oleh berbagai kalangan.

Untuk meningkatkan dan menguatkan poin-poin diatas, harus adanya kerjasama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Keluarga sebagai pintu utama penggerak literasi yang nantinya akan membentuk masyarakat berliterasi dengan sendirinya, dan dukungan Pemerintah akan mempercepat terciptanya hal tersebut.

Hal utama yang dapat dilakukan agar kita memiliki literasi yang bagus adalah membaca. Membaca menjadi langkah pertama untuk dapat mengembangkan literasi yang lainnya. Kita harus menjadikan budaya baca menjadi “cemilan” lezat untuk warga agar tidak tertinggal jauh dari negara lain.

Peran orang tua dalam menumbuhkan budaya Literasi dalam keluarga

Salah satu faktor penting penggerak budaya literasi yang kuat dan berakar adalah keluarga. Orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi cinta baca. Kesadaran dan kebiasaan membaca khususnya, harus di pupuk secara berkesinambungan sejak dini. Untuk itu saya sebagai seorang ibu merasa Literasi menjadi sebuah kebutuhan dalam tumbuh kembang seorang anak.

Anak pertama saya sangat menyukai aktifitas membaca, dia bisa meminjam 3-5 buku perpustakaan dalam seminggu. Saya masih ingat bagaimana senangnya ketika kelas 1 SD, dia diberikan reward oleh sekolahnya karena menjadi anak yang sering membaca dan meminjam buku di perpustakaan. Waktu itu dia tidak menyangka akan diberikan reward hanya karena dia membaca buku. Sekolah memberikan reward tersebut untuk menarik anak lain agar mau masuk perpustakaan yang selama ini mejadi tempat yang paling jarang dipenuhi orang kecuali ketika ada acara.

Hal tersebut kini di ikuti oleh adiknya yang juga selalu  mengikuti kakanya ketika membaca buku. Memiliki anak yang suka baca bukan hal yang mudah dan tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Perlu waktu panjang dan banyaknya aktifitas literasi yang dilakukan orangtua dan anak secara konsisten. Saya dan suami sudah mulai membentuknya sejak anak-anak didalam kandungan. 

Memiliki anak yang suka membaca harus dimulai dari orangtuanya terlebih dahulu. Orangtua yang suka membaca, akan lebih mudah membentuk anak cinta baca, karena ada contoh dan ada pendampingan. Saya belajar menyukai aktifitas membaca karena suami saya sangat suka membaca, banyak sekali buku yang di koleksi suami membuat saya penasaran yang kemudian sedikir-sedikit saya memulai aktifitas membaca, Jujur awalnya hanya untuk gaya-gayaan.

Saya memilih buku dengan cover/sampul yang keren dan instagramable, mencari gendre yang saya sukai dan kemudian saya bawa ke sebuah caffe atau taman indah dan nyaman untuk dibaca disana. Niat awalnya buat gaya-gayaan dan di upload di media sosial. Tapi lama kelamaan buku tersebut habis saya baca meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Berapapun halaman yang dapat saya baca yang penting Baca! 

Usaha yang saya lakukan agar anak menyukai buku.

Saya sadar sekali jika sesuatu perubahan tidak dimulai dari diri sendiri dan dimulai secepat mungkin, maka tidak akan ada perubahan. Secanggih dan semodern apapun dunia dimasa depan, Kemampuan Literasi akan selalu dibutuhkan dan tidak akan tergantikan akan selalu ada.

Jika Indonesia dengan index literasi tinggi tidak terjadi di masa saya, saya berharap bisa berkembang pesat di masa depan anak saya. Berkembangnya Literasi di negara ini bisa membawa perubahan positif bagi Indonesia dalam berbagai bidang.

Yang bisa saya lakukan adalah menyiapkan generasi masa depan tersebut dengan literasi yang lebih baik dari generasi saya atau bahkan generasi sebelum saya.

Beberapa usaha yang dilakukan saya dan suami saya adalah:

  • Sejak dalam kandungan, saya dan suami selalu membacakan calon bayi kami berbagai jenis buku yang berisi cerita positif. Kami bergantian membaca meskipun hanya satu lembar setiap hari.
  • Setelah anak lahir, kami kembali melanjutkan aktifitas membaca tersebut dengan berbagai buku menarik yang juga dapat merangsang motorik halus dan motorik kasar anak.
  • Ketika ke Mall saya akan membawa anak-anak ke toko buku, yang kebetulan ada beberapa toko buku yang membukakan sampul plastiknya agar bisa di baca sebelum membeli. Jadi mereka bisa bertemu dengan buku meskipun itu di Mall
  • Saya membawa anak-anak ke perpustakaan daerah atau kota. Bahkan ketika keluar kota maupun keluar negeri kami selalu berusaha mengunjungi perpustakaan dan toko buku. Sebelum berpergian, saya dan anak-anak selalu berdiskusi mengenai kota/negara yang dituju, ada apa disana, apa yang kita bisa dapatkan dan apa yang ingin mereka lakukan disana. 
  • Kami menyimpan/menyebar buku di setiap sudut rumah, hal itu agar ketika mereka tidak melakukan aktifitas apapun setidanya ada “teman” yang harus mereka sapa meskipun hanya membaca judulnya.
  • Membeli buku dan meminjam buku diperpustakaan atau bertukar buku di club baca buku di daerah sekitar.
  • Memberikan berbagai gendre buku, termasuk komik, tabloid, Cara membuat sesuatu, atau buku mengenai games.
  • Feedback. Selalu diskusikan buku yang mereka baca untuk merangsang daya analisis dan problem solving mereka sebagai umpan balik.
  • Mengajak anak membuka internet untuk membaca buku online, cerita, menonton film edukasi, bermain game, membuat sesuatu, atau mencari informasi yang mereka butuhkan.
  • Memberikan waktu bermain yang cukup, baik bermain di luar maupun bermain games di media elektronik seperti komputer, internet atau aplikasi permainan. Anak saya memiliki Account Instagram @aqilarifti yang bertema literasi. Suka membaca buku bukan berarti harus gaptek dan tidak gaul. Tapi justru suka membaca memberikan peluang memperluas pergaulan dan mengembangkan konsep Literasi teknologi.

  • Tidak memaksa. Saya tidak pernah memaksa anak untuk membaca, karena hal tersebut akan membuat mereka tidak menyukai aktifitas membaca.
  • Memberikan waktu yang cukup untuk membaca. Karena bermain dan bersosialisasi juga merupakan pembelajaran Literasi.
  • Menanamkan kepada anak bahwa dengan membaca kita bisa mengetahui apapun yang ingin kita ketahui dan pelajari. Dengan literasi yang bagus, kita dapat meningkatkan mutu kehidupan kita.

Peran Literasi dalam masyarakat

Beberapa tahun belakangan sebetulnya sudah dimulai era sadar literasi di negara ini, dimana pengenalan dan pengembangan literasi sudah di galakkan oleh berbagai kalangan diberbagai media. Usaha mereka meskipun tidak bergema tapi cukup memberikan riak positif dalam dunia Literasi. Dan saat ini sudah mulai ada gelombang kecil penyebaran sadar literasi dalam masyarakat. Berjamurnya lokasi baca yang kekinian dan  diadakannya berbagai acara mendongeng untuk anak-anak, membaca buku dan diskusi bersama, atau lomba menulis blog untuk para penggiat media internet, diharapkan akan memberikan perubahan yang lebih baik lagi untuk negara ini.

Ada beberapa upaya yang bisa ditingkatkan di masyarakat dan oleh pemerintah agar budaya Literasi ini bisa dapat terus bergerak maju.

  • Memperbaiki perpustakaan dan citra perpustakaan daerah dan nasional. Perpustakaan yang memiliki buku lengkap dan alat media canggih guna mendukung perkembangan literasi. Misal komputer canggih atau alat literasi yang modern. Jika kita melihat Perpusatakaan yang terdapat di Finland, tidak akan heran kenapa Negara ini memiliki index Literasi yang sangat bagus. Perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan Literasi tentu saja memiliki peran krusial agar warga mau membaca. Tempat yang nyaman, indah dan keren serta buku yang lengkap akan membuat pembaca betah dan ingin kembali. 

Pemerintah bisa bekerja sama dengan CSR sebuah perusahaan atau mencari sponsor untuk membangun perpustakaan bagus di setiap daerah.

Mengadakan acara literasi kreatif dengan tema yang kekinian untuk menarik golongan usia anak-anak, remaja bahkan orangtua, acara diadakan dengan dekorasi yang instagramable dan kreatif.

Menggandeng Brand Ambassador dari kalangan selebritis atau tokoh terkenal yang disukai masyarakat. Dan sering mengadakan acara Literasi Kreatif bersama mereka.

  • Meningkatkan Produksi buku cetak dan online yang bermutu, dengan cover/sampul menarik dan kekinian
  • Harga buku murah. Buku yang harganya terjangkau akan memudahkan masyarakat untuk mengembangkan literasi mereka. Selain itu buku online pun harus di buat menarik dan dengan harga terjangkau.
  • Masyarakat dapat menjamurkan Feed Media Sosial dengan buku yang instagramable dan lokasi membaca yang indah dan nyaman.
  • Sering mengadakan perlombaan Literasi dengan hadiah yang menarik untuk semua kalangan.
  • Mengaktifkan orangtua paruh baya atau bahkan yang sudah pensiun dengan mengadakan acara-acara produktif yang diselingi dengan literasi dan hadiah yang besar.
  • Sering diadakannya lomba menulis, salah satunya lomba menulis Blog.
  • Para blogger mengisi blognya dengan cerita yang mengedukasi dan memberikan dampak yang positif.

Dengan kerjasama semua elemen, bukan tidak mungkin sepuluh bahkan dua puluh tahun kedepan, Indonesia menjadi negara dengan tingkat Literasi yang tinggi, dan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mulai dari diri sendiri dan saat ini. Dengan serba canggihnya jaman sekarang, hal tersebut bisa kita kembangkan dengan lebih mudah, cepat dan efisien.

Anak yang suka membaca bukan berarti harus tau segala hal dan pintar disemua bidang, tapi mengajarkan dia bahwa segala sesuatu memiliki sudut pandang yang beragam, banyak kebaikan, banyak imajinasi, banyak inspirasi, banyak ide, dan banyak contoh baik yang bisa di dapat dari membaca.

#SahabatKeluarga #LiterasiKeluarga

 

 




Leave a Reply